Manifestasi Insan Rabbani pasca-Ramadan
Kegiatan diawali dengan sesi ramah tamah yang mencerminkan soliditas antar-lini pendidikan. Puncak acara ditandai dengan pembacaan Ikrar Silaturahmi yang dipandu oleh Bambang Dwi Harsono, S.Pd., mewakili seluruh jajaran di bawah naungan Korwilcam Dindik Sumbang.
Dalam penyampaiannya, Bambang Dwi Harsono menekankan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan kemenangan, melainkan fase pembuktian atas ibadah selama bulan suci.
"Bulan Syawal adalah masa pembuktian apakah madrasah Ramadan kemarin berhasil membentuk kita menjadi pribadi yang bertakwa dan menjadi manusia yang Rabbani," ujar Bambang.
Ia menjelaskan bahwa sosok Rabbani adalah mereka yang alim (berilmu), arif, dan bijaksana, serta memiliki kedekatan spiritual yang kuat dengan Sang Pencipta. Pesan ini menjadi pengingat krusial bagi para pendidik, mengingat tantangan integritas moral akan semakin berat selepas Ramadan. Doa bersama pun dipanjatkan agar seluruh keluarga besar pendidik di Sumbang dapat dipertemukan kembali dengan Ramadan di tahun mendatang.
Komitmen Peningkatan Layanan Pendidikan
Menanggapi ikrar tersebut, Koordinator Korwilcam Dindik Sumbang, Emi Linarni, S.Pd., menyambut hangat permohonan maaf dari seluruh jajaran. Secara personal dan kedinasan, beliau juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus jika dalam masa kepemimpinannya terdapat pelayanan yang belum maksimal kepada para guru dan tenaga kependidikan.
"Kami menerima ikrar ini dengan hati terbuka. Harapan kami ke depan, momentum ini menjadi titik balik bagi Korwilcam Dindik Sumbang untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan demi kemajuan pendidikan di wilayah kita," tutur Emi Linarni.
Tetap Profesional di Masa Transisi
Menariknya, meskipun siswa-siswi baru dijadwalkan kembali masuk sekolah pada tanggal 30 Maret 2026, antusiasme para kepala sekolah dan guru dalam acara ini menunjukkan dedikasi yang tinggi. Setelah sesi bersalam-salaman dan foto bersama, seluruh peserta segera berpamitan untuk kembali ke instansi masing-masing guna melanjutkan tugas administratif dan persiapan belajar-mengajar.
Hal ini menegaskan bahwa meski kegiatan belajar mengajar (KBM) belum sepenuhnya aktif secara klasikal, seluruh Kepala Sekolah, Guru, dan Tenaga Kependidikan (Tendik) di Kecamatan Sumbang telah bekerja normal sejak hari pertama masuk kerja sesuai regulasi yang berlaku.
Kegiatan "Open Office House" ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni rutin, namun menjadi katalisator semangat kerja baru yang lebih bertenaga dan penuh berkah bagi dunia pendidikan di Kecamatan Sumbang.







Posting Komentar